Langsung ke konten utama

Reiew IV : Kesimpulan dan Saran


 
Analisis Dampak Beban Operasional
Terhadap Tingkat Profit Margin
Pada Unit Usaha Susu Perah Koperasi Unit Desa (Kud) Sarwa Mukti
Cisarua Bandung
Oleh :
Sheny Amaliah
Universitas Komputer Indonesia
 
 

 KESIMPULAN DAN SARAN
a.  Kesimpulan
1.      Perkembangan Beban Operasional pada KUD Sarwa Mukti Cisarua Bandung pada periode 2001-2008 berfluktuasi pada setiap periode dan cenderung menurun. Penurunan beban operasional unit susu yang paling besar terjadi pada periode 2001 menuju 2002, hal ini disebabkan Penurunan harga pokok penjualan yang disebabkan menurunnya pembelian susu yang karenakan menurunnya produksi susu dari peternak. Peningkatan beban operasional terbesar terjadi pada periode 2007 menuju 2008 hal ini disebabkan kenaikan biaya yang dikeluarkan untuk pembelian susu yang disebabkan meningkatnya harga susu dari peternak.
2.      Perkembangan Profit Margin KUD Sarwa Mukti Cisarua Bandung Mulai pada periode 2001 sampai dengan periode 2008 berfluktuasi pada setiap periode dan cenderung menurun. Penurunan profit margin terbesar terjadi pada periode 2005 menuju 2006, hal ini disebabkan menurunnya laba operasional yang diakibatkan karena penjualan yang tidak proporsional. Peningkatan profit margin terbesar terjadi pada periode 2004-2005 karena meningkatnya laba operasi yang disebabkan perusahaan dapat menekan biaya operasional pada tahun sebelumnya dan meningkatkan penjualan.
3.      Beban operasional unit susu berperan dalam meningkatkan profit margin pada KUD Sarwa Mukti Cisarua Bandung (KD) sebesar 28,09 % sedangkan sisanya 71,91% dipengaruhi oleh factor lain separti pendapatan usaha lainnya. Dimana nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,528 menunjukan bahwa hubungan kedua variabel sedang dan memiliki hubungan linier positif (searah) antara beban operasional dengan profit margin artinya semakin besar beban operasional maka semakin besar profit margin. Nilai thitung sebesar 1,523dan nilai ttabel sebesar 1,895 maka dapat diketahui H0 berada di daerah penerimaan sehingga keputusannya menolak H1, artinya beban operasional susu berpengaruh tidak signifikan terhadap profit margin.

b.  Saran
          Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis akan mencoba menyampaikan beberapa saran yang mungkin dapat bermanfaat bagi pihak KUD Sarwa Mukti Cisarua Bandung:
1.      Perkembangan beban operasional unit susu perah pada KUD Sarwa mukti mengalami fluktuasi. Untuk mengatasi pemborosan biaya operasional sebaiknya KUD Sarwa Mukti dapat mengurangi biaya seperti biaya telpon dan listrik.
2.      Perkembangan Profit margin unit susu perah pada KUD Sarwa mukti mengalami fluktuasi dan cenderung menurun dan masih belum sehat. Untuk menghasilkan profit margin yang maksimal, maka pihak KUD Sarwa Mukti harus dapat menekan biaya operasional dan dapat meningkatkan penjualan.
3.      Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh penulis menunjukan bahwa beban operasional susu berpengaruh tehadap profit margin. Oleh karena itu, akan lebih baik jika KUD Sarwa Mukti Cisarua Bandung dapat menekan beban operasional serendah mungkin dan meningkatkan penjualan sehingga dapat meningkatkan profit margin.






DAFTAR PUSTAKA

Bambang Rianto, 2001, Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, edisi empat   Yogyakarta BPFE

Harahap, 2007, Teori Akuntansi Jakarta: Raja Grafindo persada

Henri Simamora,2000, Ekonomi Mikro Jakarta, Salemba

Husein Umar.2000.Metode Riset Bisnis. Jakarta :PT Gramedia Pustaka Utama
Ikatan Akuntan Indonesia.2004.Standar Akuntansi Keuangan.Jakarta:Salemba Empat

Jonathan Sarwono (2006 Panduan Cepat dan Mudah SPSS 14. Yogyakarta:Andi

Jopie Jusuf, 2004, Analisis Kredit Untuk Account Officer, Jakarta: Gramedia

Jumingan, 2008, Analisis laporan Keuangan, Jakarta: Bumi Aksara
                                                                                                                                                            
M. Nazir, 2003, Methodologi Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia

Mudrajat Kuncoro, 2001, Yogyakarta: AMP YPKN

Mulyadi, 2002, Akuntansi Biaya, Yogyakarta STIE YKPN

Mulyadi, 2009, Akuntansi Biaya, Yogyakarta STIE YKPN

Soegiyono, 2007, metode penelitian bisnis, Bandung: Alpabeta

Soemarso, 2000, Akuntansi: Suatu Pengantar, lembaga penerbit fakultas ekonomi, universitas Indonesia

Siswanto Sutojo, 2002, Membiayai Perdagangan Exspor & Impor Jakarta: Damar Mulia pustaka

Sofyan Assauri, 2000, Manajemen Pemasaran, Jakarta: Raja Grafindo

S. Munawir,2000, Analisa Laporan Keuangan  Yoyakarta: Liberty

Suad Harman, 2008, Dasar-dasar Manajemen Keuangan, Jakarta: Bumi Aksara

Suharsimi Arikunto, 2002, Manajemen Penelitian, Jakarta:Rineka Cipta

Suwardjono, 2003, Akuntansi Dasar Yogyakarta BPFE

Umi Narimawati, 2008, Teknik Analisis Multivariat Untuk Riset Ekonomi, Jakarta: Graha Ilmu

Usry, Milton F dan Lawrence H. Hammer, 1996, Akuntansi Biaya Perencanaan    Dan Pengendalian, Penerbit Erlangga, Jakarta
Totok Budi Santoso,2000, Akuntasi Manajerial, Bandung: ITB

Zaki Baridwan, 2004, Akuntansi Keuangan intermediet, Yogyakarta BPFE

Skripsi:
Dewi Pramita Motik, 2007, Pengaruh Beban Operasional terhadap tingkat profit margin pada PT. PLN Persero, universitas Pendidikan Indonesia.

Siti Azizah,2002, Pengaruh Biaya Operasional terhadap Laba Operasional PT. Kereta Api Persero Bandung, Unikom

Umar Zuki, 2008, Pengaruh Biaya Operasional Terhadap Profitabilitas pada PT Kereta Api Persero Bandung, Unikom





Nama               : Mohammad Mirsad
NPM/KLS       : 28211818/2EB09
TAHUN          :2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Perkembangan Akuntansi Di Asia

Nama           : Mohammad Mirsad NPM           : 28211818 Kelas          : 4EB09   ·          Perkembangan Akuntansi di ASIA 1.       Thailand 2.       Japan 3.       Cina 4.       Singapura 5.       Korea Selatan 6.       Indonesia ·          Sistem Akuntansi Thailand Ø   Satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak mengalami kolonisasi.   Sistem akuntansi yang berlaku menunjukkan nilai transparansi dan informasi yang dibutuhkan investor   seperti pada negara-negara Anglo-Amerika Ø   Prinsip Akuntansi yang berlaku umum di Thailand adalah Thai GAPP berdas...

Manajemen dan Organisasi

1. MANAJEMEN Pengertian dan peranan manajemen: Manajemen dapat di artikan sebagai ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Para ahli ekonomi umumnya mempunyai pengertian yang berbeda tantang manajemen, berikut pengertian Dengan demikian sebenernya manajemen itu hampir selalu ada pada setiap kegiatan manusia sebab manusia akan selalu berusaha berkumpul dan bekerja sama. Fungsi dan Proses Manajemen: Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang selalu ada dan melekat dalam proses manajemen yang akan dijadiakan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen dapat dilakukan di perusahaan manapun. Pada fungsi manajemen tersebut terdapat beberapa pendapat mengenai fungsi manajemen: 1.  George R. Terry Fungsi manajemen:  planning,organizing, actuating, dan controlling. 2.  Harold Kontz dan Cyrill O’Donnel Fungsi manajemen:  planning, ...

PEMASARAN

1. Pengertian Pasar dan Pemasaran Pengertian Pasar pada umumnya adalah sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan suatu transaksi jual beli barang dan jasa yang bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan. Syarat terjadinya transaksi adalah adanya barang yang diperjual belikan, ada pedagang, ada pembeli, ada kesepakatan harga barang, dan tidak ada paksaan dari pihak manapun. Pada umumnya pengertian Pemasaran adalah kegiatan pemasar(orang yang mempromosikan barang yag dijual) untuk menjalankan bisnis guna memenuhi kebutuhan Pasar dengan barang atau jasa, menetapkan harga, mendistribusikan barang, serta mempromosikannya melalui proses penukaran agar konsumen terpuaskan dan mencapai tujuan perusahaan. Syarat-syarat terjadinya pasar adanya tempat untuk berniaga. adanya barang dan jasa untuk di perdagangkan. terdapat penjual. terdapat pembeli. adanya hubungan transaksi jual beli. Tujuan terbentuknya pasar memudahkan konsumem mendapat barang dan jasa t...